HomeBlog Okta AdityaAbout me
Jumlah pengunjung total blog :288741
United StatesUnited States
Landing page builder463Unknown
My Acount Facebook

My Acount Twitter

Follow @AdityaEmail_


International News Latest


Google News

Source: Google news


Top News CNN

New EU referendum would break faith with Britons, May to warn MPs -> (2018-12-17 10:25)

Asos profits hit by fashion price-cutting -> (2018-12-17 10:28)

Student loan change adds £12bn to deficit -> (2018-12-17 11:08)

Hull hotel cancels homeless people's Christmas day booking -> (2018-12-17 02:43)

Geoffrey Rush denies misconduct allegations by co-star Yael Stone -> (2018-12-17 09:15)

Source: CNN


BLOG NYA OKTA ADITYA

Teraktual, Menarik, Bermanfaat, dan Terinspirasi dalam mengabarkan segala opini, ide, gagasan maupun berbagai macam pengalaman dari berbagai kalangan. Blog yang terpercaya rekomendasi Google.


Semula saya membuat blog ini dari awalnya hanya ingin menulis tentang pengalaman, pandangan, opini dan gagasan saya pribadi.

Lantas, setelah saya sering membaca berbagai opini dan gagasan para penulis lainya yang sangat inspiratif dan sangat bermanfaat, saya tergerak untuk mengeshare di blog saya, bertujuan agar sebagai catatan berguna suatu saat untuk saya sendiri dan semoga bermanfaat juga bagi siapa yang berkunjung di blog saya ini.

Semua konten rata-rata berasal dari situs http://kompasiana.com konten tulisan yang asli dan unik dari para member kompasiana, Kompasiana menyediakan sebuah wadah yang memungkin setiap pengguna Internet membuat konten berita, opini dan fiksi untuk dinikmati oleh para pengguna Internet lainnya.

Walhasil, sekitar 800 konten dalam bentuk tulisan dan foto mengalir di Kompasiana. Konten-konten yang dibuat warga juga cenderung mengikuti arus positif dan bermanfaat karena Kompasiana akan memoderasi konten-konten negatif selama 24 jam.

Nah, dari berbagai tulisan itulah saya menyaring beberapa tulisan yang saya kira wajib untuk saya simpan sendiri, sudah barang tentu tulisan yang aktual, inspiratif bermanfaat dan menarik.

Sebagai sebuah media, Kompasiana cukup unik. Karena dari sisi konten, media berslogan “sharing connecting” ini mengelola konten-konten di dalamnya layaknya sebuah media berita yang selama ini hanya diisi oleh wartawan dan editor media massa. Tapi dari sisi User Interface maupun User Experience, Kompasiana merupakan media sosial yang menyajikan dua fitur utama sekaligus, yaitu fitur blog (social blog) dan fitur pertemanan (social networking).

Itulah yang membuat Kompasiana melejit cepat menjadi website besar hanya dalam kurun waktu empat tahun. Bila sekarang Anda mengecek posisi Kompasiana di pemeringkat website Alexa.com, Anda akan melihat peringkatnya berada di posisi 30 (pernah berada di posisi 29, kadang turun ke posisi 32) di antara website-website yang diakses di Indonesia.

Di kategori website media sosial, Kompasiana berada di posisi ke-8 setelah Facebook (1), Blogspot.com (4), YouTube (5), Wordpress (7), Kaskus (9), Blogger.com (11) dan Twitter (12). Sedangkan di kategori website berita dan informasi, media warga ini berada di posisi ke-4 setelah Detik.com (8), Kompas.com (12) dan Viva.co.id (19). Posisi ini cukup kuat, karena di bawah Kompasiana masih ada Okezone.com (33), Kapanlagi.com (35), Tribunnews.com (40), Tempo.co (47), dan media massa besar lainnya.

Ke depan, dengan semakin besarnya euporia masyarakat Indonesia dalam menggunakan internet dan media sosial, serta semakin besarnya pengakses internet lewat ponsel, Kompasiana mendapat tantangan besar untuk terus meningkatkan kinerjanya. Tantangan itu hanya bisa dijawab dengan menghadirkan enjin yang lebih stabil, lebih andal, lebih nyaman, lebih terbuka dan lebih sosial. Juga harus dihadapi dengan kesiapan insfrastruktur yang lebih besar dan kuat. Dan itulah yang sedang berlangsung di dapur Kompasiana jdi awal 2013.



Bagi yang suka ide gagasan, alasan, ulasan dan opini yang dekstruktif, dijamin tidak akan kecewa membaca tulisan kompasianer yang saya share di balik konten saya dibawah ini,

Selamat membaca, Semoga bermanfaat walau tidak sependapat,
Konten dan artikel selengkapnya klik tautan ini.,
Artikel dan Konten Blog :

Cara China Sukses

Ketika saya pertama kali berkunjung ke Beijing tahun 2007, saya sempat terheran-heran melihat perkembangan ekonomi China yang “ruaar” biasa. Setahu saya di awal tahun 1960 s.d awal 1970-an pendapatan perkapita Indonesia jauh di atas pendapatan perkapita China. Tapi kita lihat data WB 2010 pendapatan perkapita Indonesia sebesar US$2.580 dan China US$4.260. Hampir 2 kali lipat.

Pada waktu itu, saya sempat bertanya dengan salah satu penduduk sana (kebetulan yang bersangkutan juga berprofesi sebagai guide).

Saya Tanya “Kenapa China bisa seperti ini ekonominya” :

Secara singkat dia menjawab:
“Sebenarnya kami meniru pola pengembangan Ekonomi Indonesia pada awal pemerintahan Soeharto, di mana gencar mendatangkan Investor Asing, dengan iming-iming prosentase bagi hasil keuntungan yang akan diberikan kepada Investor Asing jauh lebih besar dibanding bagi hasil untuk Pemerintah Indonesia, tapi syaratnya mayoritas bahan baku dan SDM harus orang Indonesia. Pola Indonesia tersebut sampai sekarang masih kami terapkan di sini.”

Saya malah bertanya-tanya dalam hati “Kenapa dengan pola yang sama Indonesia kok jauh tertinggal, jangan-jangan Pemerintah Indonesia sudah merubah pola bagi hasilnya atau ekstrimnya dibalik, yakni bagi hasil terbesar untuk APBN (Pemerintah Indonesia), dan sebagian kecil untuk Investor Asing, dan bahan baku dan SDM terserah kebijakan Investor Asing”. (dalam hati saya tetap positive thinking, kalo emang itu benar, mungkin Pemerintah Indonesia bermaksud mau mendistribusikan bagi hasil tersebut langsung ke masyarakat. Karena saat itu masyarakatnya kompetensi dan ketrampilannya masih rendah. Mungkin ke depan akan kembali lagi ke pola awal pemerintahan Soeharto)”

Dia menjawab lagi : “Kami juga pernah dapat tawaran dari Investor Asing, kalo bagi hasilnya yang besar untuk pemerintah China aja, tapi bahan baku dan SDM diserahkan sepenuhnya kepada kebijakan Investor Asing. Tapi Pemerintah kami menjawab dengan tegas ‘Tidak Mau’. Hal ini dilakukan oleh pemerintah kami dengan alasan, Investor Asing akan banyak melakukan mark-up biaya melalui hidden transactions dengan anak perusahaannya yang ada di luar, sehingga keuntungan bersih yang diperoleh Investor Asing jadi mengecil, dan otomatis nominal yang diterima pemerintah kami jadi kecil juga (meskipun prosentase bagi hasilnya besar dan sebaliknya bagi investor asing meskipun prosentase bagi hasilnya kecil tidak menutup kemungkinan memperoleh nominal keuantungan yang jauh lebih besar dibandingkan pemerintah kami, karena mereka melakukan mark-up by hidden transactions. Hidden transactions ini, bagi pemerintahan kami agak sulit dibuktikan dan sulit diperiksa, karena jauh di luar kekuasaaan kami”.

Pada saat itu, Investor Asing sempat mengancam keluar dari China, waktu itu yang benar-benar keluar dari China adalah perusahaan otomotif Jepang (Toyota). Pemerintah kami tidak takut mereka keluar, karena kami memiliki pasar yang besar bagi perusahaan-perusahaan otomotif pada waktu itu. Dan kami tidak ingin hanya jadi konsumen dan penonton, tapi kami ingin juga jadi pelaku, seperti saat ini yang saudara lihat.

Keyakinan Pemerintah kami benar, selang beberapa tahun kemudian Toyota masuk kembali, karena mereka mengamati perkembangan perusahaan otomotif Jerman (VW-volkswagen), dengan pola yang ditawarkan pemerintah China seperti itu, kok perkembangannya sangat pesat. Akhirnya Toyota dengan mantap kembali masuk ke China dan menerima persyaratan yang diminta oleh Pemerintah China, yakni bagi hasil terbesar untuk Investor Asing, dan bahan baku serta SDM mayoritas dari China”.

Saya hanya manggut-manggut……Oooo… Indonesia kan juga memiliki pasar yang besar dengan jumlah penduduk mencapai 259.940.857 dengan komposisi 132.240.055 laki-laki dan 127.700.802 perempuan (terhitung per 31 Desember 2010 – Kompas 27 Maret 2013). Suatu pasar yang menurut hemat saya cukup besar dan bahkan sangat besar. …Pertanyaan berikutnya kapan Indonesia kembali ke pola pembangunan ekonomi di awal era Soeharto, sehingga bisa kayak China? Wallahu A’lam Bishawab

http://m.kompasiana.com/post/bisnis/2013/03/27/china-hebat-karena-meniru-indonesia/

China Hebat karena Meniru Indonesia

Oleh: Dwi Suslamanto | 27 March 2013 | 13:04 WIB

Back to posts
This post has no comments - be the first one!

UNDER MAINTENANCE

Tinggalkan Pesan Chat
Chat-icon 1



Online saat ini : 3 orang, hari ini: 463 orang, minggu ini: 463 orang, bulan ini: 13549 orang, total semuanya: 288741 orang
, United StatesUnited States,CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)

Pair of Vintage Old School Fru