Lamborghini Huracán LP 610-4 t
HomeBlog Okta AdityaAbout me
Jumlah pengunjung total blog :241980
United StatesUnited States
Free mobile page creator1022Unknown
My Acount Facebook

My Acount Twitter

Follow @AdityaEmail_


International News Latest


Google News

Source: Google news


Top News CNN

People's Vote march: Hundreds of thousands attend London protest -> (2018-10-20 21:51)

The march in pictures -> (2018-10-20 17:06)

President Trump to pull US from Russia missile treaty -> (2018-10-20 21:52)

Jamal Khashoggi death: Trump 'not satisfied' with Saudi account -> (2018-10-20 21:55)

Cate Blanchett defends straight actors playing LGBT roles -> (2018-10-20 10:38)

Source: CNN


BLOG NYA OKTA ADITYA

Teraktual, Menarik, Bermanfaat, dan Terinspirasi dalam mengabarkan segala opini, ide, gagasan maupun berbagai macam pengalaman dari berbagai kalangan. Blog yang terpercaya rekomendasi Google.


Semula saya membuat blog ini dari awalnya hanya ingin menulis tentang pengalaman, pandangan, opini dan gagasan saya pribadi.

Lantas, setelah saya sering membaca berbagai opini dan gagasan para penulis lainya yang sangat inspiratif dan sangat bermanfaat, saya tergerak untuk mengeshare di blog saya, bertujuan agar sebagai catatan berguna suatu saat untuk saya sendiri dan semoga bermanfaat juga bagi siapa yang berkunjung di blog saya ini.

Semua konten rata-rata berasal dari situs http://kompasiana.com konten tulisan yang asli dan unik dari para member kompasiana, Kompasiana menyediakan sebuah wadah yang memungkin setiap pengguna Internet membuat konten berita, opini dan fiksi untuk dinikmati oleh para pengguna Internet lainnya.

Walhasil, sekitar 800 konten dalam bentuk tulisan dan foto mengalir di Kompasiana. Konten-konten yang dibuat warga juga cenderung mengikuti arus positif dan bermanfaat karena Kompasiana akan memoderasi konten-konten negatif selama 24 jam.

Nah, dari berbagai tulisan itulah saya menyaring beberapa tulisan yang saya kira wajib untuk saya simpan sendiri, sudah barang tentu tulisan yang aktual, inspiratif bermanfaat dan menarik.

Sebagai sebuah media, Kompasiana cukup unik. Karena dari sisi konten, media berslogan “sharing connecting” ini mengelola konten-konten di dalamnya layaknya sebuah media berita yang selama ini hanya diisi oleh wartawan dan editor media massa. Tapi dari sisi User Interface maupun User Experience, Kompasiana merupakan media sosial yang menyajikan dua fitur utama sekaligus, yaitu fitur blog (social blog) dan fitur pertemanan (social networking).

Itulah yang membuat Kompasiana melejit cepat menjadi website besar hanya dalam kurun waktu empat tahun. Bila sekarang Anda mengecek posisi Kompasiana di pemeringkat website Alexa.com, Anda akan melihat peringkatnya berada di posisi 30 (pernah berada di posisi 29, kadang turun ke posisi 32) di antara website-website yang diakses di Indonesia.

Di kategori website media sosial, Kompasiana berada di posisi ke-8 setelah Facebook (1), Blogspot.com (4), YouTube (5), Wordpress (7), Kaskus (9), Blogger.com (11) dan Twitter (12). Sedangkan di kategori website berita dan informasi, media warga ini berada di posisi ke-4 setelah Detik.com (8), Kompas.com (12) dan Viva.co.id (19). Posisi ini cukup kuat, karena di bawah Kompasiana masih ada Okezone.com (33), Kapanlagi.com (35), Tribunnews.com (40), Tempo.co (47), dan media massa besar lainnya.

Ke depan, dengan semakin besarnya euporia masyarakat Indonesia dalam menggunakan internet dan media sosial, serta semakin besarnya pengakses internet lewat ponsel, Kompasiana mendapat tantangan besar untuk terus meningkatkan kinerjanya. Tantangan itu hanya bisa dijawab dengan menghadirkan enjin yang lebih stabil, lebih andal, lebih nyaman, lebih terbuka dan lebih sosial. Juga harus dihadapi dengan kesiapan insfrastruktur yang lebih besar dan kuat. Dan itulah yang sedang berlangsung di dapur Kompasiana jdi awal 2013.



Bagi yang suka ide gagasan, alasan, ulasan dan opini yang dekstruktif, dijamin tidak akan kecewa membaca tulisan kompasianer yang saya share di balik konten saya dibawah ini,

Selamat membaca, Semoga bermanfaat walau tidak sependapat,
Konten dan artikel selengkapnya klik tautan ini.,
Artikel dan Konten Blog :

Susahnya Mendatangkan Jokowi

Alhamdulillah akhirnya Kompasiana MODIS bareng Jokowi usai. Lega sekali rasanya. Jujur, ini pertama kalinya saya berhubungan dan meng-handle suatu pembicara dengan mengundang orang penting sekelas gubernur DKI Jakarta. Si media darling yang ke mana-mana selalu diikuti oleh banyak orang apalagi para pemburu berita. Selama mengurusi ini pula, adrenalin begitu terpacu (pinjem kata-kata pak boss :D). Tarik-ulur-tarik-ulur dengan beberapa pihak perihal kelangsungan acar. Pheeeww..

Akhir Desember ketika rapat mingguan, saya ditugaskan untuk mengurusi masalah surat menyurat ke Pak Jokowi. Well, tugas bikin surat selesai tinggal bagaimana caranya agar surat bisa segera sampai ke tangan Jokowi dan mendapat jawaban kepastian hadir. Saya pun berhubungan dengan salah satu wartawan kantor yang memang stand by di Balaikota. Yup, di tengah kesibukan dia, sepertinya rada sulit untuk bisa meminta bantuan dirinya khusus datang ke kantor hanya untuk mengambil sepucuk surat.

Akhirnya daripada main tunggu-tungguan, saya langsung ke Balaikota aja deh untuk menyampaikan surat ini. Tentunya masih berkoordinasi dengan teman saya di Balaikota itu. Syukur-syukur bisa door stop Pak Jokowi, berbincang sebentar menyampaikan isi undangan, lalu memberikan surat undangan Kompasiana MODIS. Begitu rencananya bagusnya.

Entah angin apa yang membawa saya kala itu, di tengah rintik hujan yang turun di Kamis (17/2/2013) pagi, saya menerjangnya dari rumah menuju balaikota. Yeaah, tentunya pembaca tau kalau hari itu Jakarta didera banjir hebat dan saya menjadi salah satu korbannya. Saya terjebak di Tahmrin. Surat yang saya bawa untuk Pak Jokowi akhirnya saya bawa pulang lagi ke kantor. Hal yang sama menimpa teman saya. Dia tidak bisa ke Balaikota. Via BBM akhirnya disepakati, dia akan mengambil surat undangan ke kantor di hari Sabtu (19/1/2013).

Hhhm, baiklah. Sampai situ masih blm merasa aman juga sebenarnya. Yaa Jakarta dalam keadaan darurat, gitu lho. Trus kalau kami nyampein undangan, diskusi pula dalam rangka 100 hari, apa Pak Jokowi mau terima undangan kita? Apalagi saya sempet membaca berita di media yang intinya Pak Jokowi bilang, di tengah banjir gini, jangan tanya program 100 hari”. Ya sudahlah, whatever will be, will be. BBM-an sama temen saya, dia bilang akan mencari cela saat memberikan udangan itu. OK, saya percayakan surat itu sepenuhnya kepada teman saya. Ahhh saya tau, dia yg paling tau tentang Pak Jokowi-lah pokoknya. Saya percayakan saja padanya.

Lanjut. Ditanya-tanya lagi ke teman saya di kemudian hari, masih blm ada perkembangan. Teman saya bilang belakangan ini raut muka Pak Jokowi kurang mengenakkan. Ya, Pak Jokowi masih fokus sama masalah banjir Jakarta. Hhm, baiklah. Balik lagi ke awal, saya tahu di mana teman saya bisa cari celah untuk memberikan surat kepada Bapak. Baiklah, saya tinggal menunggu kabar selanjutnya sembari menyisipi reminder ke teman saya agar jangan lupa sama suratnya.

Pada akhirnya berita menggembirakan itu datang juga. Sebuah BBM masuk di sore hari, “Mbaaaaak.. Jokowi mau hadir ke Kompasiana”. Wogh, langsung seneng banget saya dengernya apalagi pas dia cerita dengan sangat antusias kalau suratanya udah dikasih langsung ke Pak Jokowi dan Pak Jokowi sendiri yang mengiyakan. Istilahnya, langsung meng-acc. “Cuman banjir yang bisa menghalangi saya datang”, begitu kata Bapak melalui teman saya.

Yaa gimana nggak seneng. Sudah berhari-hari suratnya itu mengendap di dalam tasnya, mengikuti Pak Jokowi blusukan, dan menunggu momen yang tepat untuk diberikan kepada Pak Jokowi dengan harapan berakhir bagus. Mohon maaf ya, Pak Jokowi, suratnya sudah rada lecek karena memang menunggu momen yang tepat untuk diberikan ke Bapak :)

Begitu saya dapat kabar itu, saya langsung follow up ke atasan saya. Selanjutnya, saya minta nomer kontak orang terdekat Pak Jokowi untuk running kepastian kehadiran Pak Jokowi di Kompasiana Modis. So far so good, aman terkendali. Saya pun mulai lega. Ahhh Jokowi di depan mata.

Berhubung ini pertama kalinya saya berhubungan dengan pejabat, saya diingatkan oleh satu hal yang namanya protokoler. Iya, protokoler. Masalah teknis di lapangann yang berhubungan dengan tamu yang akan kita undang, mulai dari bagaimana sistem penerimaan tamu, penjelasan tentang konsep acara, berapa pesertanya, kemudian membincang tentang segala hal-hal DO’s and DONT’s. Meski sebenarnya Bapak tidak macam-macam, tapi menyambut tamu itu butuh persiapan yang matang. Akhirnya, saya pun berhubungan dengan kepala penanggung jawab protokoler untuk Pak Jokowi, Kamis (31/1/2013).

Argh, betapa kagetnya saya ketika beliau mengatakan kalau Pak Jokowi tidak bisa hadir di acara tersebut karena sudah ada acara lainnya. Bagaimana bisa ada sesuatu yang terlewatkan gitu yah? Selama ini perjalanan baik. Jadwal masih aman terkendali. Namun, ketika dikonfirmasikan dengan bagian protokoler, “Bapak sudah ada jadwal”. OMAIGAT! Bagai tersambar petir yang cetar membahana di siang hari! Sementara itu, hari H semakin dekat. Beberapa orang sudah tahu dan bersiap siaga ‘tuk bertemu mantan walikota Surakarta itu.

Panik campur bingung begitu tahu ada yang missing. Di hari libur pun saya tetap berhubungan dengan orang-orang terdekat Bapak. Mengonfirmasi kepastian hadir Pak Jokowi untuk acara kami. Ya, masih ada harapan. Namun, kalau terlalu mepet, takutnya tidak sempurna persiapannya dan justru mengecewakan Bapak juga undangan lainnya.
Senin (4/2/2013) saya putuskan untuk pergi ke Balaikota untuk reschedule jadwal. Saya bertemu dengan orang-orang terdekat Bapak yang biasa berhubungan lewat telepon. Niat hati ingin reshedule, tapi betapa leganya saya setelah dikonfirmasi kembali bahwa Pak Jokowi bersedia hadir untuk acara Kompasiana Modis, Kamis (7/2/2013) pukul 10.00-12.00 di Gd. Kompas Gramedia - Palmerah Barat. Pheeeeww, akhirnyaaa..

Saya kembali konfirmasi dengan atasa saya. Berkali-kali dihubungi, belum ada yang tersambung. Tek, begitu nyambung, langsung segala persiapan dilaksanakan. Sementara itu, saya masih stay di Balaikota dan kembali bertemu dengan bagian protokoler, merinci segala tetek bengek pelaksanaan di hari H. Kembalilah saya ke kantor dengan hati lega, riang gembira.

Yup, selama dalam waktu tiga hari kami berkutat dalam persiapan kehadiran Bapak, mulai dari mengurusi pendaftaran, undangan ke berbagai pihak, pengadaan konsumsi serata perlengkapan dan peralatan yang mendukung kegiatan Kompasiana Modis. Alhamdulillah segalanya aman terkendali.

H-1 semua persiapan sudah matang. Saya kembali mengonfirmasikan kepada orang terdekat Bapak perihal kelangsungan acara. Lagi-lagi balasan mengagetkan yang saya terima. Adrenalin terpacu lagi. Gooosssh! Karena alasan teknis, jadwal kedatang Bapak diundur menjadi jam 11.30 WIB. Saya sempat menegaskan melalui pesan singkat, “Oh, maksudnya Bapak sampai jam 11.30 di acara Kompasiana kan?” Namun, hal ini dipertegas lagi, “Bukan, mbak. di jam 11.30″.

Akhirnya kami sibuk merubah run down acara dan koordinasi kembali. Pemberitahuan kepada khalayak kami blast di berita admin juga melalui media sosial, Facebook dan Twitter. Sore hari, kami rapat kembali. Fiksasi persiapan-persiapan keesokan harinya.

Dan esoknya, seperti itulah yang Anda saksikan. Bapak hadir lebih cepat dari jadwal dan acara pun berlangsung aman dan terkendali. Tanpa banyak basa-basi, diskusi bersama Pak Jokowi berlangsung kurang lebih selama 45 menit, berjalan hangat, mengena, dan tepat sasaran. Ya, mengingat sehabis acara ini Bapak juga ada acara kepresidenan, dengan berat hati waktu di Kompasiana terpotong.

Dan yang paling wah lagi ketika dalam sambutannya yang singkat dan padat, Pak Jokowi mengatakan, “Saya setiap malam baca Kompasiana dari jam 11 hingga 1. Begitu saya search kata Jokowi, banyak sekali yang muncul.” Aaahh senangnya begitu mendengar kalimat itu. Di luar apakah memang betul dia membacanya setiap malam atau baru membacanya ketika ada undangan ini, setidaknya Bapak tahu Kompasiana dan tahu bahwa namanya begitu populer di Kompasiana, suara warga dari seluruh penjuru dunia.

Terima kasih atas kerja samanya tim cheers
Tim marcom, redaksi, keamanan KG Group, juga para Kompasianer yang udah datang, dan pihak lainnya yang tidak disebutkan yang telah membantu kelangsungan acara.

Kira-kira Kompasiana MODIS berikutnya akan menghadirkan siapa ya?
Tunggu berita dari Admin selanjutnya, ya ;)

Dokumentasi acara bisa dilihat Facebook Fanpage Kompasiana

Terima kasih jga untuk Pemprov DKI yang sudah meliput kegiatan ini dan menayangkannya dengan lengkap di Youtube.

http://m.kompasiana.com/post/catatan/2013/02/08/di-balik-kompasiana-modis-bersama-jokowi/

Di Balik Kompasiana Modis bersama Jokowi

Oleh: Nisa | 08 February 2013 | 21:30 WIB

Back to posts
This post has no comments - be the first one!

UNDER MAINTENANCE

Tinggalkan Pesan Chat
Chat-icon 1



Online saat ini : 4 orang, hari ini: 1022 orang, minggu ini: 6739 orang, bulan ini: 27183 orang, total semuanya: 241980 orang
, United StatesUnited States,CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)