Polaroid
HomeBlog Okta AdityaAbout me
Jumlah pengunjung total blog :8368
United StatesUnited States
Wap builder61Unknown
My Acount Facebook

My Acount Twitter

Follow @AdityaEmail_


International News Latest


Google News

Source: Google news


Top News CNN

Labour's deputy Watson condemns bid to oust him -> (2019-09-21 07:45)

Saudi Arabia oil attacks: US to send troops to Saudi Arabia -> (2019-09-21 06:45)

Thomas Cook asks government for bailout in funding race -> (2019-09-21 07:23)

Prince Andrew 'was an abuser', says Epstein accuser -> (2019-09-20 23:25)

Climate strike: What US children are sacrificing for the cause -> (2019-09-20 23:27)

Source: CNN


BLOG NYA OKTA ADITYA

Teraktual, Menarik, Bermanfaat, dan Terinspirasi dalam mengabarkan segala opini, ide, gagasan maupun berbagai macam pengalaman dari berbagai kalangan. Blog yang terpercaya rekomendasi Google.


Semula saya membuat blog ini dari awalnya hanya ingin menulis tentang pengalaman, pandangan, opini dan gagasan saya pribadi.

Lantas, setelah saya sering membaca berbagai opini dan gagasan para penulis lainya yang sangat inspiratif dan sangat bermanfaat, saya tergerak untuk mengeshare di blog saya, bertujuan agar sebagai catatan berguna suatu saat untuk saya sendiri dan semoga bermanfaat juga bagi siapa yang berkunjung di blog saya ini.

Semua konten rata-rata berasal dari situs http://kompasiana.com konten tulisan yang asli dan unik dari para member kompasiana, Kompasiana menyediakan sebuah wadah yang memungkin setiap pengguna Internet membuat konten berita, opini dan fiksi untuk dinikmati oleh para pengguna Internet lainnya.

Walhasil, sekitar 800 konten dalam bentuk tulisan dan foto mengalir di Kompasiana. Konten-konten yang dibuat warga juga cenderung mengikuti arus positif dan bermanfaat karena Kompasiana akan memoderasi konten-konten negatif selama 24 jam.

Nah, dari berbagai tulisan itulah saya menyaring beberapa tulisan yang saya kira wajib untuk saya simpan sendiri, sudah barang tentu tulisan yang aktual, inspiratif bermanfaat dan menarik.

Sebagai sebuah media, Kompasiana cukup unik. Karena dari sisi konten, media berslogan “sharing connecting” ini mengelola konten-konten di dalamnya layaknya sebuah media berita yang selama ini hanya diisi oleh wartawan dan editor media massa. Tapi dari sisi User Interface maupun User Experience, Kompasiana merupakan media sosial yang menyajikan dua fitur utama sekaligus, yaitu fitur blog (social blog) dan fitur pertemanan (social networking).

Itulah yang membuat Kompasiana melejit cepat menjadi website besar hanya dalam kurun waktu empat tahun. Bila sekarang Anda mengecek posisi Kompasiana di pemeringkat website Alexa.com, Anda akan melihat peringkatnya berada di posisi 30 (pernah berada di posisi 29, kadang turun ke posisi 32) di antara website-website yang diakses di Indonesia.

Di kategori website media sosial, Kompasiana berada di posisi ke-8 setelah Facebook (1), Blogspot.com (4), YouTube (5), Wordpress (7), Kaskus (9), Blogger.com (11) dan Twitter (12). Sedangkan di kategori website berita dan informasi, media warga ini berada di posisi ke-4 setelah Detik.com (8), Kompas.com (12) dan Viva.co.id (19). Posisi ini cukup kuat, karena di bawah Kompasiana masih ada Okezone.com (33), Kapanlagi.com (35), Tribunnews.com (40), Tempo.co (47), dan media massa besar lainnya.

Ke depan, dengan semakin besarnya euporia masyarakat Indonesia dalam menggunakan internet dan media sosial, serta semakin besarnya pengakses internet lewat ponsel, Kompasiana mendapat tantangan besar untuk terus meningkatkan kinerjanya. Tantangan itu hanya bisa dijawab dengan menghadirkan enjin yang lebih stabil, lebih andal, lebih nyaman, lebih terbuka dan lebih sosial. Juga harus dihadapi dengan kesiapan insfrastruktur yang lebih besar dan kuat. Dan itulah yang sedang berlangsung di dapur Kompasiana jdi awal 2013.



Bagi yang suka ide gagasan, alasan, ulasan dan opini yang dekstruktif, dijamin tidak akan kecewa membaca tulisan kompasianer yang saya share di balik konten saya dibawah ini,

Selamat membaca, Semoga bermanfaat walau tidak sependapat,
Konten dan artikel selengkapnya klik tautan ini.,
Artikel dan Konten Blog :

Tags: Jakarta, Jokowi

Jurus Jokowi Agar tidak Dicaci Warga Sendiri

Boleh dibilang Jokowi, Gubernur Jakarta saat ini yang juga adalah mantan Wali Kota Solo adalah pejabat yang jauh dari caci-maki dari warga yang dipimpinnya. Pun oleh lawan politik dan pengritiknya.

Berbeda jauh dengan para anggota DPR dan presiden atau Aceng Fikri, Bupati Garut misalnya. Dimana tidak pernah sepi dari caci-maki atau hujatan.

Apa jurus andalan Jokowi agar tidak dicaci warganya sendiri?

Pada kesempatan memberikan arahan kepada para perangkat kerja Pemprov DKI di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (6/2/2013). Jokowi mengatakan, bahwa aparat pemerintah selayaknya memiliki kinerja dan kualitas layanan yang baik.
Produktivitas yang dapat diandalkan, manajemen yang solid, dan memiliki visi ke depan, manajamen SDM yang efektif, inovatif, dan peduli pada masyarakat.

Dengan jurus-jurus itu diharapkan akan terbangun reputasi yang positif di mata masyarakat akan kinerja para aparat.

Bila hal ini sudah terbangun akan dapat mengubah persepsi masyarakat selama ini terhadap reputasi aparat pemerintah yang negatif. Lamban dan mempersulit.

Kedekatan aparat pemerintah dengan warga pun merupakan hal yang penting. Karena akan menciptakan saling kesepahaman.
Pemerintah memahami kekurangan dan kesulitan warganya. Begitupun sebaliknya, sehingga warga tidak akan main caci kepada aparat.

Jokowi memberikan contoh saat terjadi banjir beberapa waktu lalau. Walaupun penanganannya belum sempurna. Tapi karena semua aparat mau turun dan bekerja. Tidak muncul keluhan yang berlebih. Apalagi caci-maki dari warga.

Karena di sini muncul pengertian dari warga sendiri. Tidak mungkin Jokowi-Ahok sebagai pemimpin baru di Jakarta dapat membebaskan banjir dari Jakarta secepatnya.

Melihat keduanya mau langsung turun membantu, warga pun sudah merasa terhibur. Mana ingat mencaci lagi.

Memang jurus yang ampuh, Pak! Sudah terbukti manjur

http://m.kompasiana.com/post/sosok/2013/02/06/jurus-jokowi-agar-tidak-dicaci-warga-sendiri/

Jurus Jokowi Agar tidak Dicaci Warga Sendiri

Oleh: Katedrarajawen | 06 February 2013 | 15:18 WIB

Back to posts
This post has no comments - be the first one!

UNDER MAINTENANCE

Tinggalkan Pesan Chat
Chat-icon 1



Online saat ini : 1 orang, hari ini: 61 orang, minggu ini: 1403 orang, bulan ini: 3058 orang, total semuanya: 8368 orang
, United StatesUnited States,CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)