Polly po-cket
HomeBlog Okta AdityaAbout me
Jumlah pengunjung total blog :4317
United StatesUnited States
Best free mobile site builders81Unknown
My Acount Facebook

My Acount Twitter

Follow @AdityaEmail_


International News Latest


Google News

Source: Google news


Top News CNN

Donald Trump: UK is losing the 'anchor round its ankle' -> (2019-08-25 09:25)

G7: Trump praises Johnson as 'right man' to deliver Brexit -> (2019-08-25 08:07)

British Airways strike: Passengers angry at airline 'silence' -> (2019-08-25 09:11)

Airport security: 3D baggage scanners could end liquid restrictions -> (2019-08-25 00:29)

Israel says it struck Iranian 'killer drone' sites in Syria -> (2019-08-25 08:42)

Source: CNN


BLOG NYA OKTA ADITYA

Teraktual, Menarik, Bermanfaat, dan Terinspirasi dalam mengabarkan segala opini, ide, gagasan maupun berbagai macam pengalaman dari berbagai kalangan. Blog yang terpercaya rekomendasi Google.


Semula saya membuat blog ini dari awalnya hanya ingin menulis tentang pengalaman, pandangan, opini dan gagasan saya pribadi.

Lantas, setelah saya sering membaca berbagai opini dan gagasan para penulis lainya yang sangat inspiratif dan sangat bermanfaat, saya tergerak untuk mengeshare di blog saya, bertujuan agar sebagai catatan berguna suatu saat untuk saya sendiri dan semoga bermanfaat juga bagi siapa yang berkunjung di blog saya ini.

Semua konten rata-rata berasal dari situs http://kompasiana.com konten tulisan yang asli dan unik dari para member kompasiana, Kompasiana menyediakan sebuah wadah yang memungkin setiap pengguna Internet membuat konten berita, opini dan fiksi untuk dinikmati oleh para pengguna Internet lainnya.

Walhasil, sekitar 800 konten dalam bentuk tulisan dan foto mengalir di Kompasiana. Konten-konten yang dibuat warga juga cenderung mengikuti arus positif dan bermanfaat karena Kompasiana akan memoderasi konten-konten negatif selama 24 jam.

Nah, dari berbagai tulisan itulah saya menyaring beberapa tulisan yang saya kira wajib untuk saya simpan sendiri, sudah barang tentu tulisan yang aktual, inspiratif bermanfaat dan menarik.

Sebagai sebuah media, Kompasiana cukup unik. Karena dari sisi konten, media berslogan “sharing connecting” ini mengelola konten-konten di dalamnya layaknya sebuah media berita yang selama ini hanya diisi oleh wartawan dan editor media massa. Tapi dari sisi User Interface maupun User Experience, Kompasiana merupakan media sosial yang menyajikan dua fitur utama sekaligus, yaitu fitur blog (social blog) dan fitur pertemanan (social networking).

Itulah yang membuat Kompasiana melejit cepat menjadi website besar hanya dalam kurun waktu empat tahun. Bila sekarang Anda mengecek posisi Kompasiana di pemeringkat website Alexa.com, Anda akan melihat peringkatnya berada di posisi 30 (pernah berada di posisi 29, kadang turun ke posisi 32) di antara website-website yang diakses di Indonesia.

Di kategori website media sosial, Kompasiana berada di posisi ke-8 setelah Facebook (1), Blogspot.com (4), YouTube (5), Wordpress (7), Kaskus (9), Blogger.com (11) dan Twitter (12). Sedangkan di kategori website berita dan informasi, media warga ini berada di posisi ke-4 setelah Detik.com (8), Kompas.com (12) dan Viva.co.id (19). Posisi ini cukup kuat, karena di bawah Kompasiana masih ada Okezone.com (33), Kapanlagi.com (35), Tribunnews.com (40), Tempo.co (47), dan media massa besar lainnya.

Ke depan, dengan semakin besarnya euporia masyarakat Indonesia dalam menggunakan internet dan media sosial, serta semakin besarnya pengakses internet lewat ponsel, Kompasiana mendapat tantangan besar untuk terus meningkatkan kinerjanya. Tantangan itu hanya bisa dijawab dengan menghadirkan enjin yang lebih stabil, lebih andal, lebih nyaman, lebih terbuka dan lebih sosial. Juga harus dihadapi dengan kesiapan insfrastruktur yang lebih besar dan kuat. Dan itulah yang sedang berlangsung di dapur Kompasiana jdi awal 2013.



Bagi yang suka ide gagasan, alasan, ulasan dan opini yang dekstruktif, dijamin tidak akan kecewa membaca tulisan kompasianer yang saya share di balik konten saya dibawah ini,

Selamat membaca, Semoga bermanfaat walau tidak sependapat,
Konten dan artikel selengkapnya klik tautan ini.,
Artikel dan Konten Blog :

Kepo

Ciri Khas Orang Indonesia yang Tak Punya Nama

Yang saya maksud dengan ‘tak punya nama’
adalah tiadanya istilah atau kosakata ini dalam
bahasa Indonesia. Dan ‘ciri khas orang Indonesia’
yang saya maksudkan adalah ‘hobi’ untuk
mencampuri urusan pribadi orang lain baik
dengan cara menggunjingkan di belakang
punggung maupun dengan bertanya langsung
tanpa risi kepada yang bersangkutan. Buat saya,
sungguh aneh bahwa ciri yang menonjol dari
bangsa kita ini tak bernama dalam bahasa
Indonesia yang baku. Dalam bahasa-bahasa dunia
lainnya, sifat yang berkonotasi negatif ini selalu
ada istilah khususnya.

Dalam bahasa Inggris dikenal istilah ‘nosy’ atau
‘nosey’ yang menurut kamus Oxford didefinisikan
dengan ‘showing too much curiosity about other
people’s affairs’ (mempertontonkan rasa ingin
tahu yang kelewatan mengenai urusan pribadi
orang lain). Istilah ini memang diambil dari kata
‘nose’ untuk mengibaratkan orang yang selalu
menempelkan batang hidungnya di belakang
punggung kita, karena ingin meneropong segala
sepak terjang kita sedetil-detilnya. Mungkin juga
ini tamsil pada hewan yang selalu mengendus-
enduskan hidungnya kemana-mana. Istilah yang
lebih ‘formal’ dalam bahasa Inggris adalah
‘inquisitive’ atau ‘prying’ dan sangat pas
menggambarkan sifat yang ‘mau tahu urusan
orang’ ini.

Dalam bahasa Belanda pun ada istilah yang
khusus untuk perangai ini yaitu
‘nieuwsgierig’ (nieuws = berita, gierig = pelit,
kikir). Saya tengarai istilah ini lahir untuk
menggambarkan sifat si penyandangnya, yakni
‘mau mengorek informasi sebanyak-banyaknya
dari orang lain, tetapi sangat kikir membuka diri
mengenai ihwal dirinya’. Di sinilah letak tidak
‘fair’nya orang yang ‘nieuwsgierig’ ini: ingin
meraup sebanyak-banyaknya isi perut orang lain,
tetapi menutup rapat jeroannya sendiri. Saya
terkenang dengan ibu saya, yang memakai istilah
‘nieuwsgierig’ untuk mencela orang yang sok ingin
tahu masalah yang bukan urusannya ini.

Masih beruntung bahasa Indonesia tertolong
dengan bahasa alay yang justru kini lagi ngetren
yaitu ‘kepo’ yang bermakna persis sama dengan
‘nosy’ atau ‘nieuwsgierig’ itu. Konon kata ‘kepo’ ini
berasal dari bahasa Mandarin (Hokkien) dan
sebenarnya sudah lama dipakai di komunitas
chinese melayu. Secara sarkasme kata ‘kepo’ ini
lalu diartikan sebagai akronim dari ‘knowing every
particular object’ (blusukan sampai hal-hal yang
sekecil-kecilnya). Dengarkan sejumput dialog anak
muda berikut ini: Eh, si anu udah putus belom sih
sama ceweknya? Iih, kepo banget sih lo! Istilah lain
yang juga bahasa alay adalah ‘fudul’ dan
nampaknya diserap dari bahasa Arab.

Dari negeri jiran Filipina ada istilah ‘ilungan’ untuk
melukiskan sifat ’kepo’ ini. Sepertinya pas juga
istilah ini, karena ’ilong’ bermakna ‘hidung’ dalam
bahasa Tagalog, dan mengingatkan kita pada kata
‘nosy’ di atas. Dalam bahasa Palembang, juga ada
istilah ’cerudikan’ atau ‘celudikan’ yaitu sifat ‘mau
tahu urusan dalam negeri orang lain’. Dalam
bahasa Rusia pun, perangai orang yang suka
bertanya seperti polisi yang menginterogasi maling
ada sebutannya yaitu ‘pochemuchka’.

Menghadapi orang yang ‘kepo’ memang membuat
kita serba salah, apalagi bila yang bertanya adalah
orang yang lebih senior dari diri kita. Mau dijawab
‘Ini bukan urusanmu’ (It’s none of your business),
kita bisa dicerca tidak sopan dan kasar (rude). Mau
dijawab, yang ‘diplomatis’, dia malah mencecar
dengan pertanyaan-pertanyaan berikutnya sampai
kita tak berkutik. Benar-benar annoying dan
frustrating menghadap orang yang ‘kepo’ ini.
Mengapa ciri khas orang Indonesia yang begitu
menonjol (dibandingkan dengan bangsa-bangsa
lain) ini tak mempunyai sebutan dalam bahasa
Indonesia? Istilah ‘nosy’ ini tidak dapat dipadani
dengan kata ‘penasaran’ (curious), karena
sekalipun berkonotasi ‘kepingin tahu’, curious
tidak sampai menerobos ke wilayah privat
seseorang. Dalam bahasa Jawa saya belum
berhasil menemukan padanannya. Juga dalam
bahasa daerah lainnya. Mungkinkah di antara
Kompasianers ada yang mengetahui sebutan ini
dalam bahasa ibunya, siapa tahu dapat
‘disumbangkan’ sebagai kosakata baru dalam
bahasa Indonesia.

:-D :-) -_- sumber http://m.kompasiana.com/post/bahasa/2013/01/07/ciri-khas-orang-indonesia-yang-tak-punya-nama/

Ciri Khas Orang Indonesia yang Tak Punya
Nama

Oleh: Gustaaf Kusno | 07 January 2013 | 09:58
WIB

Back to posts
This post has no comments - be the first one!

UNDER MAINTENANCE

Tinggalkan Pesan Chat
Chat-icon 1



Online saat ini : 2 orang, hari ini: 81 orang, minggu ini: 1641 orang, bulan ini: 4317 orang, total semuanya: 4317 orang
, United StatesUnited States,CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)