HomeBlog Okta AdityaAbout me
Jumlah pengunjung total blog :290195
United StatesUnited States
Wap builder44Unknown
My Acount Facebook

My Acount Twitter

Follow @AdityaEmail_


International News Latest


Google News

Source: Google news


Top News CNN

Brexit: Cabinet 'ramps up' no-deal planning -> (2018-12-18 20:18)

National Action trial: Members of neo-Nazi group jailed -> (2018-12-18 23:48)

Donald Trump's troubled charity foundation to shut down -> (2018-12-18 21:46)

Banning sweets at supermarket checkouts 'works' -> (2018-12-18 19:06)

Simon Thomas: Coping with grief at Christmas -> (2018-12-18 12:54)

Source: CNN


BLOG NYA OKTA ADITYA

Teraktual, Menarik, Bermanfaat, dan Terinspirasi dalam mengabarkan segala opini, ide, gagasan maupun berbagai macam pengalaman dari berbagai kalangan. Blog yang terpercaya rekomendasi Google.


Semula saya membuat blog ini dari awalnya hanya ingin menulis tentang pengalaman, pandangan, opini dan gagasan saya pribadi.

Lantas, setelah saya sering membaca berbagai opini dan gagasan para penulis lainya yang sangat inspiratif dan sangat bermanfaat, saya tergerak untuk mengeshare di blog saya, bertujuan agar sebagai catatan berguna suatu saat untuk saya sendiri dan semoga bermanfaat juga bagi siapa yang berkunjung di blog saya ini.

Semua konten rata-rata berasal dari situs http://kompasiana.com konten tulisan yang asli dan unik dari para member kompasiana, Kompasiana menyediakan sebuah wadah yang memungkin setiap pengguna Internet membuat konten berita, opini dan fiksi untuk dinikmati oleh para pengguna Internet lainnya.

Walhasil, sekitar 800 konten dalam bentuk tulisan dan foto mengalir di Kompasiana. Konten-konten yang dibuat warga juga cenderung mengikuti arus positif dan bermanfaat karena Kompasiana akan memoderasi konten-konten negatif selama 24 jam.

Nah, dari berbagai tulisan itulah saya menyaring beberapa tulisan yang saya kira wajib untuk saya simpan sendiri, sudah barang tentu tulisan yang aktual, inspiratif bermanfaat dan menarik.

Sebagai sebuah media, Kompasiana cukup unik. Karena dari sisi konten, media berslogan “sharing connecting” ini mengelola konten-konten di dalamnya layaknya sebuah media berita yang selama ini hanya diisi oleh wartawan dan editor media massa. Tapi dari sisi User Interface maupun User Experience, Kompasiana merupakan media sosial yang menyajikan dua fitur utama sekaligus, yaitu fitur blog (social blog) dan fitur pertemanan (social networking).

Itulah yang membuat Kompasiana melejit cepat menjadi website besar hanya dalam kurun waktu empat tahun. Bila sekarang Anda mengecek posisi Kompasiana di pemeringkat website Alexa.com, Anda akan melihat peringkatnya berada di posisi 30 (pernah berada di posisi 29, kadang turun ke posisi 32) di antara website-website yang diakses di Indonesia.

Di kategori website media sosial, Kompasiana berada di posisi ke-8 setelah Facebook (1), Blogspot.com (4), YouTube (5), Wordpress (7), Kaskus (9), Blogger.com (11) dan Twitter (12). Sedangkan di kategori website berita dan informasi, media warga ini berada di posisi ke-4 setelah Detik.com (8), Kompas.com (12) dan Viva.co.id (19). Posisi ini cukup kuat, karena di bawah Kompasiana masih ada Okezone.com (33), Kapanlagi.com (35), Tribunnews.com (40), Tempo.co (47), dan media massa besar lainnya.

Ke depan, dengan semakin besarnya euporia masyarakat Indonesia dalam menggunakan internet dan media sosial, serta semakin besarnya pengakses internet lewat ponsel, Kompasiana mendapat tantangan besar untuk terus meningkatkan kinerjanya. Tantangan itu hanya bisa dijawab dengan menghadirkan enjin yang lebih stabil, lebih andal, lebih nyaman, lebih terbuka dan lebih sosial. Juga harus dihadapi dengan kesiapan insfrastruktur yang lebih besar dan kuat. Dan itulah yang sedang berlangsung di dapur Kompasiana jdi awal 2013.



Bagi yang suka ide gagasan, alasan, ulasan dan opini yang dekstruktif, dijamin tidak akan kecewa membaca tulisan kompasianer yang saya share di balik konten saya dibawah ini,

Selamat membaca, Semoga bermanfaat walau tidak sependapat,
Konten dan artikel selengkapnya klik tautan ini.,
Artikel dan Konten Blog :

Media TV One dan ANTV tidak memihak Timnas PSSI

Inilah kebohongan TV One dan ANTV

Okta Aditya,
Beberapa bulan terakhir, Indonesia
memang kebanjiran tamu-tamu “asing” dalam kancah persepakbolaan.

Beberapa club yang berkompetisi di liga-liga papan atas Eropa mulai berdatangan ke Indonesia, di antaranya: Inter Milan, Valencia, Queens Park Rangers, begitu pula negara-negara sahabat mulai sering mengadakan pertandingan persahabatan dengan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia ( timnas PSSI ) seperti Philipine, Vietnam, Brunei Darussalam dan Korea
Utara.

Namun, beberapa bulan terakhir juga, saya merasa ada yang “aneh” dengan antv dan tvone yang memiliki program-program olahraga yang cukup banyak sebut saja Lensa Olahraga pagi &
malam, Kampiun, Total Football, Soccer One, Kabar Arena, Prediksi, Sportfile dan lain sebagainya yang nyaris tidak terdengar satu pemberitaanpun
mengenai kedatangan tim-tim “asing” tersebut.

Entah karena benar-benar “asing” kah bagi keduanya? atau kekurangan informasikah tentang
kedatangan club-club tersebut? atau karena tidak ada keuntungankah untuk diliput? atau memang rekan-rekan di antv & tvone sedikit tertinggal
dalam hal mengejar berita mengenai pertandingan dan kedatangan-kedatangan club tersebut? Atau bahkan benar dugaan saya dan rekan-rekan yang lain ( pro PSSI ) bahwa tv one dan antv yang notabene adalah milik usaha bakrie grup yang merupakan secara langsung adalah antek-antek KPSI ( musuh PSSI dalam dualisme PSSI ) sehingga tidak mau mempublikasikan berita timnas dari PSSI ? Cukup
menarik untuk ditelusuri. Tapi terus terang, saya tidak tertarik untuk menelusurinya, hehehe.

Baiklah, kembali ke “aneh”. Ke”aneh”an pertama muncul ketika pertandingan persahabatan “RESMI” antara Philipine vs Indonesia di Manila beberapa bulan yang lalu. Berhubung saya tidak sempat menonton siaran livenya, saya hanya berharap akan ada reviewnya pada acara berita kesayangan saya sejak SMP yaitu Lensa Olahraga
pagi di mana lagi kalau bukan di antv. Namun apa daya, sepertinya Lensor pada pagi itu kurang berminat untuk membahas mengenai pertandingan tersebut. Yah, saat itu saya belum
benar-benar merasa “aneh” karena mungkin jarak yang jauh antara Jakarta dan Manila.

Namun, beberapa bulan kemudian saya mulai benar-benar merasa “aneh” (ciyuus?, miapah?,
hehe) ketika Tim Nasional sebesar Korea Utara (saya katakan besar karena merupakan peserta
Piala Dunia 2010 Afrika Selatan) hadir ke Jakarta, saya tahu bahwa
ada Tim Nasional Korea Utara yang hadir di Jakarta untuk mengikuti SCTV Cup 2012, dan lagi-lagi tidak ada pemberitaan mengenai hal itu dari antv
dan tvone. Kembali saya mencari alasan sendiri yang lebih positif daripada saya harus menuduh mereka antek KPSI, apa karena itu turnamen selenggaraan SCTV terus antv harus bilang WOWW gitu untuk memberi pemberitaan?

Tapi melihat media lain seperti RCTI,
Globaltv, MetroTv dan Trans7 tetap memberitakan mengenai turnamen tersebut, saya rasa bukan itu juga penyebab utamanya. Namun ya sudahlah, sampai saat ini saya hanya menganggap hal-hal itu “hanya” sebagai suatu ke”aneh”an tersendiri
dari banyak sekali pemberitaan “kreatif” (boleh pembaca asumsikan sebagai makna konotasi
ataupun makna sebenarnya, hehehe) yang selama ini disuguhkan oleh antv dan tvone.

Tidak ada maksud membanding-bandingkan tiap- tiap media yang saya sebutkan dalam tulisan ini,
apabila ada yang tersinggung saya mohon maaf.

Harapan saya untuk
berita mengenai gelaran Piala AFF 2012 Thailand & Malaysia, apapun hasilnya (Indonesia menang
tipis, telak/membantai atau Indonesia kalah tipis,telak/dibantai) semoga antv & tvone tetap semangat untuk memberitakannya. Kembali
menjadi media yang “Keren” dan “Memang Beda”, supaya tidak tertinggal dari media-media lainnya
dalam hal memberitakan Tim Nasional Sepak Bola kita dan supaya saya juga tidak terus merasa kecewa, karena pelanggan adalah “Raja”, hehehe.
Satu harapan pasti, Indonesia Juara (harus tetap optimis, meski ada sedikit rasa pesimis) dan kembali ke habitatnya yaitu berlaga di Piala Asia yang sempat tidak kita rasakan beberapa tahun
terakhir. Akhir kata,


NB : KPSI adalah panitia penyelenggara ISL ( Indonesia Super Legue ), mereka adalah pembangkang dari PSSI ( penyelengaara liga resmi di indonesia yaitu IPL Indonesia Premier Legue ) dalam kisruh yang berkepanjangan, sehingga dualisme ini ( ISL dan LPI ) menghasilkan 2 timnas, yang akhiranya beberapa hari kemarin yang dinyatakan legal oleh FIFA/AFC untuk bisa ikut Piala AFF akhir bulan ini adalah timnasnya PSSI ( LPI ) sedangkan timnas ISL KPSI yang konon katanya liga terbaik, terpopulair, terbagus, terhebat se alam semesta, terlama di dunia dan ter ter ter terrrrr jegggerrrrrrr..... Lainnya, ditolak mentah-mentah oleh FIFA/AFC, dalam kisruh ini ternyata pihak KPSI malah menantang dan tidak memperbolehkan para pemain ISL untuk bergabung pada timnas asuhan PSSI, kasus ini sangat disanyangkan sekali, betapa egoisnya para pembangkang ini melarang pemain hebat sekelas M. Ridwan, Firman Utina, Ponaryo, Atep, Ferry Rotinsulu, Boas, dll untuk ikut gabung di timnas, para pemain pun sudah dicekoki pemikiran yang nyleneh, sehingga nasionalisme di acuhkan, kepentingan kelompok, uang dan alasan periuk nasi lebih penting daripada harus membela negara, sungguh ironi. ke kisruhan ini di sinyalir kuat adanya rejim lanjutan dari mafia keluarga besar Nurdin Halid, jadi jangan heran jika antek-antek mereka semisal tv one dan antv ( bakrie ) tidak memberitakan segala tentang PSSI, LPI dan Timnas kita, walaupun diberitakan pasti sedikit dan cenderung menghujat.

Salam sepak bola yang nasionalisme, buang para mafia dan lupakan saja pemain yang tidak nasionalis!!

Merdeka,

Blogger..

Back to posts
This post has no comments - be the first one!

UNDER MAINTENANCE

Tinggalkan Pesan Chat
Chat-icon 1



Online saat ini : 1 orang, hari ini: 44 orang, minggu ini: 1917 orang, bulan ini: 15003 orang, total semuanya: 290195 orang
, United StatesUnited States,CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)

Polly po-cket