Teya Salat
HomeBlog Okta AdityaAbout me

United States

Blog Nya Okta Aditya

Blog Aktual Berisi Berbagai Opini, Gagasan, Ide dan Ulasan tentang isu-isu yang lagi hangat dan berkembang. Blog kumpulan berbagai berita aktual dari berbagai kalangan. Dan juga Tulisan-tulisan yang sangat menarik dan bermanfaat dari hasil pengalaman seseorang yang saya share disini.

Blog Terpercaya Rekomendasi Google.

Selamat menikmati, semoga anda senang.


K O N T E N B L O G :


Klik tautan ini untuk melihat konten blog secara lengkap.

Biaya Fotografi

Banyak yang nanya ke saya cara ngitung tarif foto gimana sih?

ini adalah cara menghitungnya secara kasar….

__________________

hitung biaya : bikin album + cetak foto + bikin frame …

hitung biaya : rokok + makan

hitung biaya : transport ke lokasi

hitung biaya : penyusutan lensa dan kamera

hitung biaya : penyusutan komputer

hitung biaya : penggunaan listrik

hitung biaya : belajar motret

hitung biaya : belajar makai komputer

hitung biaya : mikirin konsep

hitung biaya : capek seharian buat motret

hitung biaya : capek semingguan buat ngedit

hitung biaya : asisten buat bantuin motret

hitung biaya : asisten buat nemenin ngedit

ditotal semuanya… kasih ke klien… kalau gak mau.. gak usah difoto..

____________

keliatannya arogan, sombong, atau gimana gitu ya?

tapi beneran lho… kalau arahnya udah komersial untuk foto, semua harus dihitung… coba aku jabarin dari list yang kayak nota itu…

hitung biaya : bikin album + cetak foto + frame …

ini kan wajib.. karena mau dikasih ke klien

kecuali kalau gak minta dicetakin.. bisa dicoret…

hitung biaya : rokok + makan

kalau gak ngerokok ya dicoret.. kalau makan dibayarin dicoret juga

hitung biaya : transport ke lokasi

kalau dijemput.. list ini bisa dicoret

hitung biaya : penyusutan lensa dan kamera

coba liat kalau misalnya kameranya nyewa (www.sewakamera.com)

berapa harga kalau sewa sehari alat2 kita

hitung biaya : penyusutan komputer

coba ke warnet.. sewa makai komputer berapa sejamnya..

hitung biaya : penggunaan listrik

kalau misalnya listrik nyewa dari warnet bisa dicoret

hitung biaya : belajar motret

berapa biaya yang anda keluarkan untuk belajar motret

apalagi kalau misalnya kursus di darwis.. belajar sendiripun ada biayanya.. misalnya dari internet, dihitung biaya internet dsb… buatlah orang2 menghargai kalau belajar itu susah…

Harga belajar ini beda2 tergantung kemampuan.. kalau makin jago tentunya akan semakin mahal…

hitung biaya : belajar makai komputer

Gak beda sama belajar motret, belum lagi belajar olah digital…

hitung biaya : mikirin konsep kalau misalnya klien maunya aneh2, harusnya ini dimasukin..

kecuali kalau kliennya cuma mau foto biasa aja gak susah2..

ide buat foto itu mahal lho..

hitung biaya : capek seharian buat motret

kalau misalnya kita gak motret dia.. kita bisa tidur seharian, atau bisa cari kerjaan lain..

hitung harga yang pantas untuk mengganti waktumu dalam sehari yang terbuang karena motret

hitung biaya : capek semingguan buat ngedit

kalau gak ngedit foto, kita kan bisa browsing2 Kompasiana, cari ebook buat belajar, atau chating cari gebetan atau model baru…

kira2 berapa kerugian waktu yang tersita buat ngedit…

hitung biaya : asisten buat bantuin motret

biar gak capek, kan yang ngangkat2 barang kita itu asisten dan juga membantu proses pemotretan.

kira2 berapa biaya yang pantas untuk diberikan pada asisten dalam waktu pemotretan

kalau gak pake asisten ya point ini bisa dihilangkan

hitung biaya : asisten buat nemenin ngedit

sometimes, waktu ngedit, kita butuh temen buat nemenin dan kasih masukan.. buat njamu temen kan butuh duit buat beli snack dan minuman.. dihitung juga dong ini .. kecuali kalau memang lebih suka ngedit sendirian ditemani rokok dan kopi

__________________________________

kenapa harus dihitung mendetail.. kalau kita mau serius ke arah fotografi profesional kita harus mengarahkannya ke bisnis yang serius..waktupun adalah uang..

Tapi… kalau misalnya, proyek motret ini dihitung belajar ataupun pengumpulan portofolio tentu beda dengan bisnis/komersial..

namanya belajar.. gak dapat duit ya gak masalah… pengumpulan/pembuatan portofolio malah fotografernya yang mbayar

Dengan menghitung mendetail seperti ini.. maka, kita akan tau berapa “harga kita sebagai seorang profesional”

catatan : hitungan serius ini terkadang bisa dikurangi secara mepet banget, apabila yang jadi klien adalah teman.. karena niat kita mengerjakan proyek adalah persahabatan…

Tapi kalau buat “klien” yang bener2 “klien.. memberikan harga tanpa mikir alias banting harga akan merugikan anda dikemudian hari… karena klien akan berpikir “harga anda “CUMA” segitu…

_________________

Kalau alasan memberi harga murah adalah nyari pengalaman, saran saya dari pada banting harga, cari teman anda yang sudah pro untuk menangani proyek ini.. lalu anda lihat dan ikuti cara kerjanya supaya dapat pengalaman…

kalau memang mau terjun ke arah pro, ya mau gak mau harus itung2an… nggak ngitung ya namanya coba coba…

sudah siap mental kalau disebut fotografer coba coba?

Selamat menceburkan diri dalam proyek bisnis fotografi… langkah yang kamu ambil akan menentukan kesuksesan bisnis kamu..

Salam Jepret

Widianto H Didiet

http://kompasiana.com/post/edukasi/2013/03/17/menghitung-harga-jualan-fotografi/

Menghitung Harga Jualan Fotografi

Oleh: Widianto.h Didiet | 17 March 2013 | 16:03 WIB

Back to posts
This post has no comments - be the first one!

UNDER MAINTENANCE
Follow @AdityaEmail_ 2