Old school Easter eggs.
HomeBlog Okta AdityaAbout me

United States

Blog Nya Okta Aditya

Blog Aktual Berisi Berbagai Opini, Gagasan, Ide dan Ulasan tentang isu-isu yang lagi hangat dan berkembang. Blog kumpulan berbagai berita aktual dari berbagai kalangan. Dan juga Tulisan-tulisan yang sangat menarik dan bermanfaat dari hasil pengalaman seseorang yang saya share disini.

Blog Terpercaya Rekomendasi Google.

Selamat menikmati, semoga anda senang.


K O N T E N B L O G :


Klik tautan ini untuk melihat konten blog secara lengkap.

Media Massa: Antara Menyajikan Fakta atau Menjaring Pembaca Semata

BERDASARKAN hasil penelusuran di Google tentang fungsi media massa (dalam artikel ini, saya sebut: media), setidaknya, saya menemukan beberapa fungsi media massa—dan salah satu di antaranya yang terpenting: menyajikan/menyampaikan data dan fakta baik secara lisan maupun tulisan dengan sebenar-benarnya. Saya mengambil tiga kata penting yaitu data, fakta dan benar. Itu artinya, sebuah media yang baik adalah media yang menyajikan berita telah, paling tidak, mencukupi ketiga hal tersebut. Namun yang saya temukan hari ini, saat iseng membaca sebuah berita dari sebuah media online, malah kurang memperhatikan tiga hal itu. Mengapa saya mengatakan demikian?

Begini..

Siang ini saya menemukan sebuah berita yang menarik di tribnews.com (semoga saya tidak salah karena mencantumkan media ybs), dengan judul yang tidak kalah menarik pula, setidaknya awalnya: ‘Prama Tewas Saat Menyelamatkan Pacarnya’. Nah, sepintas membaca judul berita tersebut, apa yang langsung terlintas di benak Anda? Mungkin Anda berpikiran, ‘wah, so sweet sekali tuh cowok.’ atau mungkin Anda menyimpulkan, ‘ish, mau kali merelakan nyawanya demi cuman pacar, padahal bukan istri atau orang tua atau keluarga.’ atau, ya, barangkali Anda tidak berpikiran yang mana pun.

Di sinilah yang menjadi sedikit kekecewaan saya terhadap media yang bersangkutan. Di berita tersebut dikatakan bahwa seorang pemuda bernama Prama harus berpulang ke sisi Sang Pencipta setelah sebelumnya menyelamatkan PACARNYA yang terbawa arus. Malangnya, pemuda tersebut malah terseret ombak setelahnya. Dan baru ditemukan dalam keadaan tidak lagi bernyawa.

Lihat kata PACARNYA yang saya capslock? Di sinilah, saya menganggap trib
news.com tidak memenuhi satu dari tiga hal penting yang saya sampaikan sebelumnya: benar. Sebab, di awal saya membaca berita tersebut, disampaikan bahwa Prama dan TEMAN WANITANYA pergi ke Pantai Selatan Gunungkidul. Tiba-tiba, di tengah pemberitaan, malah diganti dengan PACARNYA, bukan lagi TEMAN WANITANYA. Atau, padanan kata teman wanita atau teman pria dalam bahasa Indonesia adalah pacar? Kalau memang begitu, berarti saya yang salah.

Apakah hanya perkara hal sepele seperti itu saya kecewa? Satu, jelas saya kecewa, sebab saya merasa pihak trib*news.com memang sengaja memuntir kata agar bisa menyedot perhatian pembaca mereka atas berita tersebut. Mari kita berpikir sejenak, kira-kira, lebih menjual mana sebagai sebuah judul: tenggelam saat menyelamatkan pacar atau tenggelam saat menyelamatkan teman wanitanya? Kedua, alhasil bisa ditebak, di facebook (di mana saya menemukan berita ini) berita tentang aksi baik Prama yang seharusnya mendapatkan simpati atau belasungkawa, malah para facebookers menjadi polisi moral dengan berkomentar seperti: ‘mati dalam maksiat, mati karena pacar’, ‘mati demi orangtua rela nggak?’ dan komentar—maaf—ke arah agama (dan, ya, saya merasa mereka seperti Tuhan bagi diri mereka dan bagi si korban).

Lihat? Di sinilah puncak kecewa saya, sebab dari judul dan penyampaian berita yang dilakukan, berbuntut kepada pembaca ‘tidak cerdas’ yang telah ‘diarahkan’. Lantas, di mana fungsi media? Barangkali, ini satu contoh dari sekian banyak berita—yang bukan tidak mungkin—juga sering mencari judul WAH hanya untuk sensasi sesaat.

Nb: saat saya coba cari tahu dari komentar-komentar yang ada, yang dipercaya dari salah seorang mahasiswa UGM (yang juga merupakan senior sang korban), faktanya, memang teman wanita bukan pacar.

Catatan penulis: saya baru sadar, bahwa ternyata menyelamatkan seseorang harus melihat siapa dulu subjek yang diselamatkan: keluarga, pacar, anak, atau orang yang tidak dikenal sama sekali.
Bogor, 7 Februari 2013

salam pasar malam
@bianglalaaaaa

http://m.kompasiana.com/post/regional/2013/02/07/media-antara-menyajikan-fakta-atau-menjaring-pembaca-semata-/

Media Massa: Antara Menyajikan Fakta atau Menjaring Pembaca Semata

Oleh: Dedek Fidelis Sinabutar | 07 February 2013 | 15:56 WIB

Back to posts
This post has no comments - be the first one!

UNDER MAINTENANCE
Follow @AdityaEmail_ 1