Duck hunt
HomeBlog Okta AdityaAbout me

United States

Blog Nya Okta Aditya

Blog Aktual Berisi Berbagai Opini, Gagasan, Ide dan Ulasan tentang isu-isu yang lagi hangat dan berkembang. Blog kumpulan berbagai berita aktual dari berbagai kalangan. Dan juga Tulisan-tulisan yang sangat menarik dan bermanfaat dari hasil pengalaman seseorang yang saya share disini.

Blog Terpercaya Rekomendasi Google.

Selamat menikmati, semoga anda senang.


K O N T E N B L O G :


Klik tautan ini untuk melihat konten blog secara lengkap.

Fanatik Mazhab

Sikap ini merupakan kekeliruan besar yang akan mendatangkan bencana, bukan saja bagi kaum Muslimin tetapi bagi diri sendiri. Fanatik Mahzhab inilah yang menjadi salah satu penyebab dominan mengapa Islam tercerai berai. Masing-masing berpendapat hanya Mahzhab atau pemahamannya yang benar dan mengganggap pemahaman orang lain keliru. Mereka bahkan rela berbunuh-bunuhan demi mempertahankan pahamnya. Padahal, jangankan membunuh sesama Muslim, memutuskan
persaudaraan antar Muslim saja jelas-jelas dilaknat Allah.

" Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara, ... Maka itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat "
Al Hujarat : 10

" Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? Mereka itulah yang dilaknati Allah dan ditilikan-Nya telinga mereka, serta dibutakanNya penglihatan mereka "
Muhammad : 22, 23

" Sesungguhnya Allah menyuruh ( kamu ) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan "
An-Nahl : 90

Sikap fanatik mazhab ini membuat orang menjadi bodoh dan berpandangan sempit. Karena mereka tidak mau mendengar pendapat orang lain yang berbeda mazhab atau paham dengannya. Mereka melihat siapa yang bicara, bukan apa yang disampaikannya. Bukankah Rasulullah mewajibkan umat Islam menuntut ilmu sebanyak-banyaknya ( tentu saja sepanjang tidak bertentangan dengan maksud Al-Qur'an ) bahkan jika perlu sampai ke negeri cina sekalipun? Mengapa kita harus menutup pintu apalagi sampai harus memutuskan tali persaudaraan dengan Muslim lainnya yang berbeda pandangan dalam hal-hal yang sebenarnya bukan pada prinsip utama, bukankah ini sudah di luar nalar orang sehat? Apakah peringatan-peringatan Allah dan Rasulullah sudah tidak ada harganya lagi sehingga tidak mampu membuka belenggu nafsu dan membuka pintu toleransi?

" Serulah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik, dan berdiskusilah dengan mereka dengan cara yang paling baik dan ramah. Sungguh Tuhanmu, Ia lah yang lebih mengetahui "
An-Nahl : 125

" Orang yang dibenci oleh Allah adalah orang yang sangat suka bertengkar "
Riwayat Muslim

" Janganlah kamu bermusuh-musuhan, dan janganlah kamu berdengki-dengkian, dan janganlah kamu bermarah-marahan dan janganlah kamu memutuskan kasih sayang, dan hendaklah kamu menjadi hamba Allah yang bersaudara, dan tidak halal bagi orang Islam bahwa memusuhi dia akan saudarannya lebih dari tiga hari "

Buat apa kita terpecah-pecah sehingga umat Islam menjadi lemah, bukankah di akhirat nanti kita tidak diminta bertanggung jawab atas perbuatan orang lain? Bukankah tugas kita hanya sebatas menyampaikan saja dan kita tidak dituntut Allah untuk bertanggung jawab jika orang tidak mau mengikuti apa yang kita sampaikan?

Syekh Muhammad Abduh ( wafat tahun 1905 ) seorang ulama Mesir yang lulus dengan cum laude dari Perguruan Tinggi Islam paling bergengsi di dunia yaitu Al-Azhar di Kairo berkata : "... Saya akan meninggalkan taklid kepada siapapun juga, dan hanya berpegang kepada dalil yang dikemukakan. "

Dr. Nurcholish Madjid, seorang cendikiawan muda Muslim Indonesia mengatakan, : " dalam berinteraksi ideologis sesama Muslim, kita harus menyimpan dalam hati kita sikap keraguan hati sehat ( healthy skeptism ) yaitu sikap cadangan dalam pikiran dan siap sedia mengakui kesalahan diri sendiri jika memang ternyata salah. "

Adanya perbedaan ( ikhtilaf ) di antara kita, harus diterima sebagai kenyataan yang selama-lamanya tidak akan bisa dihapus. Maka perlu i'tilaf ( serasi, harmoni ) berwujud pola hubungan antara sesama pemeluk di atas kerangka pandangan yang penuh pengertian dan tenggang-menenggang.

Al-Qur'an sendiri mengisyaratkan sebagai berikut,

" Dan janganlah kamu termasuk yang Musrik, yang terdiri dari orang-orang yang memecah belah agama mereka, kemudian mereka menjadi berkelompok-kelompok, setiap kelompok membanggakan apa yang ada pada diri mereka "
Ar-Rum : 32

" Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia akan menjadikan kamu satu umat ( saja ), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan "
An-Nahl : 93

Post : Okta Aditya :-)

Back to posts
This post has no comments - be the first one!

UNDER MAINTENANCE
Follow @AdityaEmail_ 2